Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Tag: Movie Awards

Coco Memimpin Nominasi Penghargaan Film Animasi Paling Baik di Annie Awards 2018

Film animasi yang melibatkan kolaborasi apik Pixar dan Disney, Coco yang mana sudah tayang di bioskop beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 22 November 2017 kembali menuai prestasi yang menakjubkan. Coco sendiri pasalnya berhasil mendapatkan nominasi yang paling banyak pada ajang bergengsi yakni Annie Awards 2018 dengan jumlah total 13 nominasi termasuk juga piala tertinggi sebagai film animasi terbaik.

Banyak Prestasi di Annie Awards 2018

Annie Awards sendiri adalah ajang taruhan yang mana diibaratkan sebagai Piala Oscarnya untuk berbagai macam film animasi. Di beberapa nominasi “film animasi yang paling baik” Coco sendiri pasalnya mesti bersaing dengan berbagai film animasi yang lainnya antara lain: Despicable Me 3, The First Epic Movie, dan juga The Boss Baby serta ada film produksi Pixar yang lainnya yakni Cars 3.

Kisah dari film Coco ini menceritakan tenatng seorang bocah namanya Miguel yang diisi suaranya oleh Anthony Gonzales yang bermimpi untuk bisa menjadi seorang musisi yang sangat handal dan juga professional seperti salah satu idolanya yang sudah lama sekali meninggal yakni Ernesto de la Cruz. Karena obsesinya itu suatu hari ia tersasar tanpa sengaja dan menemukan dirinya yang secara ajaib masuk ke dalam alam kematian.

Miguel pun berpetualang bersama dengan Hector yang diisi suaranya oleh Gael Garcia Bernal dan juga bertemu dengan nenek moyangnya yang mana melarang adanya kehadiran music di tengah-tengah keluarga mereka. tidak hanya film panjang layar lebar, akan tetapi Annie Awards juga memberikan penghargaan bagi film animasi yang mana tayang juga di TV, film pendek dan juga video game sampai dengan film animasi independent. Dan pemenang dari Annie Awards 2018 sendiri bakal digelar pada 3 Februari 2018 esok.

Sedikit Ulasan Film Coco

Di dalam film Coco ini, music bagi keluarga Miguel adalah sebuah kutukan. Takdir mereka adalah menjadi pembuat sepatu. Dan itulah yang setidaknya mereka yakini. Sehingga saat anak laki-laki mereka yang masih 12 tahun, Miguel, yang memiliki mimpi menjadi musisi, sangat ditentang oleh keluarganya. Jangankan bisa menggapai cita-citanya menjadi pemusik, menonton acara music di TV saja tak diijinkan. Tetangga sekali pun tidak bisa bermain musik dengan leluasa di sekitar rumah mereka.

Alhasil, Miguel pun mesti bersembunyi di atas loteng supaya ia bisa berlatih gitar, dan sekedar mengdengarkan musik pun harus dilakukannya diam-diam. Sampai suatu hari, ada kejadian yang magis dialami oleh Miguel. Lewat gitar legendaris dari Ernesta de la Cruz, dia pun terjebak di Land of the Death atau dikenal juga dengan Dia de los Muertos, Dunia orang mati.Di sana drinya justru malah bisa bertemu dengan sang idolanya, Ernesto de la Cruz dan juga ia menjadi tahu kenyataan yang ada di balik sejarah keluarganya.

Secara umum, Coco merupakan film keluarga. Film tersebut membawa pesan yang sangat menyentuh, yakni soal sebuah ikatan keluarga yang amat sangat kuat, nilai-nilai bandar togel online yang ada dalam tradisi dan juga penghormatan kepada budaya leluhur. Dan Coco pun mengajarkan bagaimana kita memperjuangkan mimpi seperti Miguel yang mana ingin menjadi musisi di tengah-tengah tekanan keluarga yang menentangnya. Meskipun yang dibawa adalah budaya Meksiko, film tersebut masih saja relevan untuk budaya lainnya termasuk di Indonesia.

Bagaimana? kalian sudah menonton film Coco atau belum?