Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Category: ULASAN FILM

Film Solo Bumblebee Dan Logo Bergaya 80an yang Keren

Setelah lima judul film di seri utama telah sukses, franchise Transformers ingin memperluas jangkauannya dengan menayangkan film solo untuk salah satu karakternya. Mereka akan memulai dengan spin-off Bumblebee. Film ini akan fokus pada penampilan Autobot kuning dan juga petualangannya sendiri. Film  ini bisa sukses mengingat banyak sekali fans Transformers dan fans Bumblebee yang sudah menantikan tanggal rilisnya.

Setting dan Logo Bergaya 80an

Rencananya, film ini akan mengambil setting pada tahun 80an. Nantinya, Bumblebee akan bertemu dengan sekutu manusia baru untuk membantunya dalam pertempuran tanpa henti melawan Decepticons. Belum terlalu jelas bagaimana alur dari film ini.Namun, film yang baru saja masuk tahap produksi atau syuting ini, lewat beberapa postingan media sosial, telah ramai diperbincangkan termasuk judul dan logo film Bumblebee ini.Jika dilihat desain logo film ini terinspirasi dengan logo di tahun 80an.

Memang, informasi tentang judul dan logo film ini telah bocor di media sosial.Namun, ini justru menarik karena saat ini judul film tersebut telah tersebar luas. Kabarnya, film ini akandiberi judul Bumblebee: The Movie.Dari judulnya saja sudah terlihat jika fokus dari alur cerita film ini mengikuti Bumblebee, robot kuning yang paling bersahabat dengan manusia. Sehingga banyak yang mencoba untuk menerka akan seperti apa film tersebut digambarkan dengan setting tahun 80an.

Logo dengan desain retro atau bergaya 80an ini sebenarnya menunjukkan adanya desain ulang Bumblebee.Nantinya, di film tersebut Autobot akan muncul dalam bentuk Volkswagen Bettle klasiknya.Jadi logo itu bisa menjadi petunjuk kita bagaimana penampilannya dengan gaya 80an. Ya, selama ini yang diketahui Bumblebee hadir dengan desain yang modern dan stylish. Namun, di film tersebut ada perbedaan gaya atau desain yang akan membuat penonton merasa terhibur.

Proses Pembuatan Film Masih Setahun

Walau kini sudah diketahui judul dan logo film tersebut, Bumblebee: The Movie masih memiliki waktu setahun untuk menyelesaikan semua tahapan produksi dan siap rilis di bioskop.Ada penundaan selama enam bulan setelah tanggal rilis awal yang sudah ditetapkan sebelumnya.Tentu, semoga penundaan bandar togel singapura ini bisa memberi banyak waktu untuk mendapatkan efek visual yang mengesankan.

Kemungkinan juga, logo film Bumblebee: The Movie yang sudah tersebar di media akan mengalami beberapa perubahan sementara seperti halnya logo film Thor: Ragnarok yang berubah sedikit. Mudah-mudahan, logo ini akan memberikan fondasi cerita yang kokoh yang dibangun di atas karakter Bumblebee era 80an yang pastinya akan lebih menarik karena Autobot kuning tersebut akan terlihat sedikit berbeda.

Karena prosesnya masih lama, tidak banyak informasi yang diketahui tentang Bumblebee: The Movie ini. Namun, dikabarkan jika film tersebut akan disutradarai oleh Travis Knight. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Christina Hodson. Hailee Steinfeld akan memimpin peran sebagai pendamping manusia Autobot yang terbaru bersama dengan John Cena dan Jorge Lendeborg Jr.. Pastinya, film ini tidak akan menjadi film Transformers jika Optimus Prime tidak muncul walaupun sebentar. Sehingga, walau fokus film ini pada Bumblebee, Optimus Prime tetap akan ditampilkan.

Bumblebee: The Movie saat ini dijadwalkan rilis di bioskop pada tanggal 21 Desember 2018.Artinya, masih lebih dari setahun lamanya untuk menunggu proses produksinya selesai. Tentu, masih banyak informasi menarik yang akan datang tentang perkembangan film Bumblebee: The Movie ini. Jadi, terus ikuti kami untuk update film Transformers terbaru dan film-film lainnya.

2 Foto Fantastic Beasts Ungkap Rahasia Tentang Grindelwald

Bagi para penggemar Harry Potter, kehadiran film Fantastic Beasts pasti membuat mereka terus berpetualang di dunia Harry Potter. Film ini masih memiliki berbagai misteri dan kisah yang belum terungkap.Ada banyak hal yang bisa terjadi di film Fantastic Beasts ini.Nah, baru-baru ini tersebar dua buah foto baru film tersebut yang secara tidak langsung justru ungkap hal penting tentang Grindelwald.

Alur Cerita Akan Dikembangkan

Sedikit demi sedikit, film-film Fantastic Beasts mengisi backstory penting dalam mitologi Harry Potter. Kita telah melihat beberapa detail penting dari dunia sihir di film Fantastic Beasts yang pertama. Dengan hadirnya karakter vital di film kedua nanti seperti Albus Dumbledore (Jude Law) dan Gellert Grindelwald (Johnny Depp) yang akhirnya muncul dengan durasi yang lebih lama, tidak seperti di film pertama yang hanya mendapatkan durasi waktu sebentar saja, kita tentu bisa berharap untuk melihat lebih banyak lagi alur cerita yang dikembangkan termasuk lokasi Tongkat Elder saat ini.

Tongkat Elder diyakini sebagai tongkat paling kuat yang pernah ada. Tongkat sihir ini memiliki sejarah yang panjang dan mematikan, dan telah berpindah tangan berkali-kali (menurut cerita yang diceritakan oleh Garrick Ollivander dalam film Harry Potter). Tongkat sihir ini pertama kali dimiliki oleh Deathly Hallows dan tentu terus memiliki koneksi yang dalam sampai mati.Dan menurut foto yang beredar, dalam Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald, tongkat sihirnya berada di tangan Gellert Grindelwald sendiri.Ini tentu sangat menarik perhatian.

Menurut garis waktu Tongkat Elder, masuk akal jika Gellert Grindelwald memiliki alat yang hebat pada fase ini.Cerita tongkat sihir itu diceritakan dalam “Kisah Tiga Saudara (Tale of the Three Brothers,”) dan ceritanya berlanjut cukup mengerikan karena memiliki hubungan dengan pembunuhan yang terjadi pada Antiokhia, Cadmus dan Ignotus Peverell, yang semuanya ditipu oleh Kematian (Death) dalam pertempuran akal.

Selama bertahun-tahun, penggemar Harry Potter telah memetakan garis keturunan Tongkat Elder (dimiliki oleh siapa saja) dan mencatat bahwa hal itu telah terjadi di tangan semua orang dari Emeric the Evil hingga Hereward.Akhirnya, kini tongkat tersebut berada di tangan Grindelwald.Ini cerita yang pantas untuk diikuti oleh para penggemar gadisjp . Pergantian kepemilikan tongkat ini benar-benar akan mencuri perhatian.

Tongkat Elder dan Tongkat Dumbledore

Hal menarik lainnya yang diperlihatkan dalam foto Fantastic Beast 2 yang beredar tersebut adalah bahwa tongkat sihir di sebelah kiri adalah Tongkat Elder, yang kita lihat berada di tangan Johnny Depp atau Grindlewald. Sedangkan tongkat di sebelah kanan adalah tongkat milik Albus Dumbledore. Sialnya, kedua tongkat sihir ini akan digunakan dalam sebuah konfrontasi epik yang sangat menakjubkan. Inilah yang dinantikan para fans.

Dumbledore diketahui telah mendapatkan tongkat sihirnya dari Grindelwald saat kedua penyihir itu berhadapan pada tahun 1945. Tongkat itu menjadi kepemilikan Dumbledore sampai kemudian ia menemukan pemilik barunya, Draco Malfoy, yang tidak pernah benar-benar menguasai tongkat sihirnya tersebut. Dumbledore kemudian dimakamkan dengan tongkat tersebut dan tragisnya, tongkat itu dicuri oleh Lord Voldemort.Pemilik terakhir tongkat sihir itu adalah Harry Potter sendiri.

Sebentar lagi, kita akan mengetahui bahwa film kedua dalam franchise ini akan disebut Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald. Film ini akan hadir di bioskop pada tanggal 16 November 2018. Tentu, harapan besar jika trailernya juga dirilis dalam waktu dekat. Jadi, tetap ingat jadwal rilisnya bagi para fans Harry Potter dan Fantastic Beast. Ini adalah film yang menakjubkan.

Referensi Film Natal Terbaik Sepanjang Masa

Menjelang bulan desember dari tahun ke tahun memang tak sedikit film natal yang telah dirilis di layar lebar termasuk di tanah air. Bagi Anda yang berniat untuk menyaksikan secara marathon film-film natal di rumah via streaming internet, berikut ini adalah rekomendasi film-film natal terbaik menurut Christian Blauvelt, wakil editor budaya media BBC.

 

Rekomendasi film natal terbaik sepanjang masa

Beberapa film yang  direkomendasikan di bawah ini sebagian adalah film-film lama tetapi Anda tak perlu khawatir karena pasti masih seru untuk ditonton.

 

The Muppet Christmas Carol

Di sini fantasi Anda akan dibawa pada impian anak-anak tentang sihir, hantu-hantu, hingga perjalanan melintasi waktu. Adalah sang actor Michael Cain yang berperan penting menghidupkan film ini sehingga mampu mengaduk-aduk emosi penonton dalam menginterpretasikan karya Dickens.

 

The Snowman (1982)

Film ini hanya berdurasa 26 menit serta minim kata-kata tetapi Anda dijamin terpukau saat menyaksikannya. Film ini berawal dari seorang anak laki-laki kecil di daerah pedesaan Inggris yang membuat sosok manusia salju dan berpetualang bersamanya ke Kutub Utara. Dalam perjalanannya tersebut Anda akan menyaksikan gambar-gambar krayon seperti gambaran anak-anak tentang cahaya utara yang berkilau, kuda-kuda liar di padang savanna, hingga kapal pesiar.

 

Meet Me in St Louis (1944)

Kisah ini mengangkat tema blue Christmas atau keputusasaan karena kegagalan dalam hidup hingga harus menghabiskan sisa hidup di rumah masa kecil. Menyaksikan film ini akan membawa Anda kembali pada masa lalu di kawasan pedesaan barat yang penuh dengan rumah beratap runcing, hidangan buatan rumah, hingga kisah cinta dengan remaja sebelah rumah. Selain itu ada pula lagu Have Yourself a Merry Little Christmas yang dinyanyikan sebagai bentuk pengharapan.

 

White Christmas (1954)

Ini adalah tontonan yang benar-benar seru di masa liburan karena penuh dengan nyanyian, komedi, hingga tarian-tarian oleh sejumlah pria. Film ini mengisahkan tentang kehidupan para pria di Angkatan Darat Amerika.

 

A Star in the Night (1945)

Film ini terinspirasi dari kisah alkitab tentang kelahiran kembali Yesus. Cerita berawal saat 3 orang cowboy menunggang kuda mereka mengikuti bintang bercahaya di langit yang menuju ke sebuah motel kecil, di sinilah Mary dan Joseph tengah mencari tempat untuk bermalam. Selain itu ada pula kisah tentang buruh-buruh migrant Meksiko yang hidup kekurangan.

 

Going My Way (1944)

Film ini merupakan karya salah satu sutradara hebat di Hollywood walaupun tak terlalu populer. Going My Way bahkan sukses meraih penghargaan pada kategori best picture atau gambar terbaik dalam Academy Award 1944. Di sini penonton dapat menyaksikan keseharian mereka yang tinggal di sebuah paroki Katolik Roma di kota New York sekaligus kisah tentang kesenjangan kelas, etnik, persoalan keyakinan, dan sebagainya.

 

A Christmas Carol (1938)

Karya Charles Dickens ini kembali diangkat ke layar lebar di tahun 1938 dan semakin terlihat berkualitas walaupun dibuat dengan dana rendah. Mungkin inilah sebabnya film ini lebih menonjolkan kualitas acting pemainnya yaitu Reginald Owens yang memerankan Scrooge serta Gene Lockhart yang menjadi Bob Cratchit. Pada film ini berbagai momen kecil menjadi terlihat sangat berharga seperti saat Bob yang bermain salju bersama anak-anak walaupun ia tengah mengalami kesulitan yaitu dipecat di malam natal.

 

A Christmas Story(1983)

Film ini tak hanya mengangkat kisah yang manis dan bahagia di masa kecil tetapi juga trauma, ketakutan, serta beragam pengalaman Poker uang asli lainnya. Kisah ini adalah tentang si tokoh utama yang menghabiskan masa kecilnya yang serba kekurangan di Indiana dengan mendengarkan radio, bermain, serta berjemur di bawah cahaya lampu listrik. Ada pula adegan saat ia diancam oleh Santa Claus yang membuatnya benar-benar ketakutan.

 

Jadi, yang mana pilihan Anda?