Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Category: POLITIK

Janji Kampanye Pilgub Jatim, Gus Ipul Bakal Beri Rp 1 T Untuk Madura

Pilgub (Pemilihan Gubernur) Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang jatuh pada akhir Juni 2018 memang menjadi salah satu rangkaian Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak di Indonesia. Jelang musim politik, tensi para Cagub (Calon Gubernur) memang semakin panas. Mulai banyak yang melakukan safari politik ke berbagai tempat dan mengumbar janji-janji kampanye. Salah satu pasangan Cagub-Cawagub (Calon Wakil Gubernur) Jatim yakni Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno bahkan menjanjikan anggaran luar biasa untuk pulau Madura.

 

Gus Ipul sendiri memang menyoroti masalah kemiskinan yang terus menurun tetapi masih tinggi. Dan Madura dianggap sebagai salah satu daerah di Jatim yang miskin. Kepada Detik, pria yang kini menjabat sebagai Wagub Jatim itu berkomentar, “Salah satu yang telah kami diskusikan dan menemukan formula bandar togel hongkong yang tepat adalah setelah kami melihat pulau Madura yang sekarang ini. Terdapat persoalan di sana. Kalau kita lihat IMP terendah ada di pulau Madura, kemiskinan terbesar juga ada di pulau Madura,” ungkap Gus Ipul.

 

Dirinya pun menegaskan jika ia dan Puti memiliki program untuk mempercepat perkembangan Madura yang memang membutuhkan banyak percepatan di segala aspek. Program khusus itupun diberi nama Satriamadura. “Saya dan mbak Puti didukung akademisi meluncurkan progam Satria Madura yang artinya satu triliun untuk Pulau Madura tiap tahun. Ini adalah program yang kami siapkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur. Itu merupakan salah satu contoh dari sembilan progam yang akan kami tawarkan,” kata Gus Ipul.

 

Jelang masa kampanye, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyebutkan kalau ia dan Puti memiliki satu visi, lima visi, sembilan agenda pokok dan 33 janji kerja yang bakal dirilis satu persatu. Dirinya pun berjanji bakal menyelesaikan berbagai masalah-masalah yang belum tuntas selama masa jabatannya dengan Gubernur Soekarwo.

 

Anggaran Rp 1,4 T Perbulan Untuk Pendidikan Gratis Gus Ipul

 

Bicara soal program pasangan yang diusung oleh PDIP, PKB, PKS dan Gerindra itu, ternyata bukan hanya Satriamadura yang dianggap sangat ambisius. Sebelumnya Ipul-Puti mencanangkan agenda pendidikan gratis untuk pelajar SMA-SMK se-Jatim. Hanya saja program itu mendapat sorotan dari pakar kebijakan publik dan perencanaan pembangunan Universitas Brawijaya, Andy Kurniawan.

 

Program ini memang sejalan dengan UU 23/2014 di mana Pemprov Jatim memang memiliki wewenang mengelola SMA/SMK. Hanya saja program pro-rakyat itu dianggap Andy bisa membebani kekuatan fiskal APBD Jatim. Karena melalui hitungan kasar, akan dibutuhkan 121 miliar rupiah setiap bulannya dan mencapai 1,4 triliun rupiah setiap tahunnya demi mewujudkan program tersebut.

 

PDIP Siapkan 700 Ribu Saksi Pilgub Jatim 2018

 

Sementara itu, lepas dari janji kerja yang diusung Ipul-Puti, jajaran partai pendukungnya merapatkan barisan. Tak main-main, PDIP sudah menyiapkan 700 ribu saksi untuk menjaga dan memperluas suara dukungan untuk Gus Ipul-Puti. Mereka bertugas di semua tempat pemungutan suara (TPS), di semua kelurahan dan desa se-Jatim. Sri Untari selaku Sekretaris DPD PDIP Jatim menyebut kalau ratusan ribu saksi itu dibekali dengan pengetahuan, keterampilan dan peralatan.

 

Untari menjelaskan jika nantinya setiap TPS akan dijaga minimal dua orang saksi, meskipun ada yang sampai empat hingga lima saksi. Hal ini dilakukan karena PDIP ingin memastikan kalau Pilkada Jatim berlangsung jujur dan adil tanpa politik uang dan intimidasi. Sementara itu mengenai relawan Ipul-Puti, Untari membocorkan kalau jumlahnya mencapai jutaan orang yang siap mengamankan suara.

Pilkada Picu Kenaikan Perekonomian RI

Pada tahun 2018 pilkada akan dilangsungkan di 171 daerah di tanah air dan momen tersebut diprediksi akan berkontribusi sebesar 0.2 hingga 0.3 persen bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ini artinya, di tahun depan ekonomi nasional diproyeksikan meningkat sekitar 5.4  – 5.5 persen.

Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjamin bahwa masyarakat Indonesia sekaligus dunia tak perlu khawatir dengan gelaran pilkada ini. Penyebabnya adalah karena setiap daerah mempunyai kandidatnya masing-masing dengan partai politik yang beragam.

 

Masih menurut Darmin Nasution, yang berkompetisi di berbagai daerah tersebut bukan partai-partai besar saja sehingga tak perlu merasa khawatir. Inilah sebabnya, pilkada di 171 daerah pada tahun 2018 mendatang bisa menjadi berkah bagi masyarakat.

 

Darmin menegaskan bahwa perebutan kursi sebagai kepala daerah tak akan berimbas negatif pada keamanan nasional baik dari sisi politik atau pun ekonomi. Berkaitan dengan hal itu sumbangsih pilkada sekaligus Asian Games terhadap peningkatan ekonomi diprediksi mencapai 0.3%.

 

Selain itu ia juga menghimbau agar masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan optimis dan tidak hanya menunggu. Sementara itu, Didiek J. Rachbini, pakar ekonomi senior Indef mengingatkan agar pada momen pilkada 2018 stabilitas politik tetap terjaga. Justru politik yang dalam kondisi naik turun-lah yang berimbas buruk pada perekonomian nasional.

 

Inilah sebabnya Didiek menghimbau para politikus untuk tidak bermain kotor dalam politik serta menghindari memanipulasi system. Ini sebagaimana kondisi pilkada di Jakarta yang cukup menegangkan tetapi masih dapat dikendalikan. Ia juga menilai bahwa peristiwa kemarin adalah pengalaman buruk serta tak boleh terjadi lagi.

 

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, Didiek juga mengakui bahwa proses pilkada di Indonesia selama ini bandar togel online berjalan stabil tanpa adanya gangguan keamanan yang genting sehingga tak menimbulkan dampak buruk atau fatal terhadap perekonomian nasional.

 

Prediksi Kadin tentang perekonomian Indonesia

Sementara itu Kadin memprediksi perekonomian nasional di tahun 2018 akan mengalami peningkatan sebesar 5.3%. Hal ini dapat diwujudkan dengan trik meningkatkan pertumbuhan baik pada tingkat daerah hingga nasional. Angka 5.3% tesebut berselisih sedikit bila dibandingkan asumsi peningkatan ekonomi dalam APBN 2018 yang mencapai angka 5.4%.

 

Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa selama setahun terakhir ini perkembangan perekonomian Indonesia membuktikan trend yang stabil serta positif. Pertumbuha ekonomi nasional di tahun 2015 memang hanya sebesar 4.88%, tetapi di tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 5.02%. Sementara di tahun 2017 pertumbuhan meningkat sedikit lebih tinggi yaitu antara 5.1% hingga 5.17%.

 

Ia menghimbau agar kondisi perekonomian yang positif ini disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor serta investasi juga kestabilan konsumsi. Masih menurut Ketua Umum Kadin  RI, motor ekonomi Indonesia adalah peningkatan sebesar 5% dari permintaan domestic.

 

Di tahun depan ia optimis bahwa ekonomi Indonesia akan semakin membaik yang didorong oleh naiknya investasi, ekspor, serta konsumsi. Di lain pihak paket-paket ekonomi yang ditujukan untuk mereformasi structural mulai menunjukkan hasil positif, di antaranya, peringkat investasi Indonesia, Ease of Doing Business (EoDB), dan peningkatan daya kompetisi ekonomi. Selain itu pembangunan infrastruktur besar-besaran di berbagai wilayah di tanah air juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

Bank Indonesia sendiri menyatakan bahwa telah terlihat tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional, yaitu meningkatnya indeks keyakinan konsumen atau IKK hingga mendekati pergantian tahun ini. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur Bank Indonesia DW Martowardojo.