Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Category: POLITIK

Pilkada Picu Kenaikan Perekonomian RI

Pada tahun 2018 pilkada akan dilangsungkan di 171 daerah di tanah air dan momen tersebut diprediksi akan berkontribusi sebesar 0.2 hingga 0.3 persen bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ini artinya, di tahun depan ekonomi nasional diproyeksikan meningkat sekitar 5.4  – 5.5 persen.

Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjamin bahwa masyarakat Indonesia sekaligus dunia tak perlu khawatir dengan gelaran pilkada ini. Penyebabnya adalah karena setiap daerah mempunyai kandidatnya masing-masing dengan partai politik yang beragam.

 

Masih menurut Darmin Nasution, yang berkompetisi di berbagai daerah tersebut bukan partai-partai besar saja sehingga tak perlu merasa khawatir. Inilah sebabnya, pilkada di 171 daerah pada tahun 2018 mendatang bisa menjadi berkah bagi masyarakat.

 

Darmin menegaskan bahwa perebutan kursi sebagai kepala daerah tak akan berimbas negatif pada keamanan nasional baik dari sisi politik atau pun ekonomi. Berkaitan dengan hal itu sumbangsih pilkada sekaligus Asian Games terhadap peningkatan ekonomi diprediksi mencapai 0.3%.

 

Selain itu ia juga menghimbau agar masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan optimis dan tidak hanya menunggu. Sementara itu, Didiek J. Rachbini, pakar ekonomi senior Indef mengingatkan agar pada momen pilkada 2018 stabilitas politik tetap terjaga. Justru politik yang dalam kondisi naik turun-lah yang berimbas buruk pada perekonomian nasional.

 

Inilah sebabnya Didiek menghimbau para politikus untuk tidak bermain kotor dalam politik serta menghindari memanipulasi system. Ini sebagaimana kondisi pilkada di Jakarta yang cukup menegangkan tetapi masih dapat dikendalikan. Ia juga menilai bahwa peristiwa kemarin adalah pengalaman buruk serta tak boleh terjadi lagi.

 

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, Didiek juga mengakui bahwa proses pilkada di Indonesia selama ini bandar togel online berjalan stabil tanpa adanya gangguan keamanan yang genting sehingga tak menimbulkan dampak buruk atau fatal terhadap perekonomian nasional.

 

Prediksi Kadin tentang perekonomian Indonesia

Sementara itu Kadin memprediksi perekonomian nasional di tahun 2018 akan mengalami peningkatan sebesar 5.3%. Hal ini dapat diwujudkan dengan trik meningkatkan pertumbuhan baik pada tingkat daerah hingga nasional. Angka 5.3% tesebut berselisih sedikit bila dibandingkan asumsi peningkatan ekonomi dalam APBN 2018 yang mencapai angka 5.4%.

 

Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa selama setahun terakhir ini perkembangan perekonomian Indonesia membuktikan trend yang stabil serta positif. Pertumbuha ekonomi nasional di tahun 2015 memang hanya sebesar 4.88%, tetapi di tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 5.02%. Sementara di tahun 2017 pertumbuhan meningkat sedikit lebih tinggi yaitu antara 5.1% hingga 5.17%.

 

Ia menghimbau agar kondisi perekonomian yang positif ini disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor serta investasi juga kestabilan konsumsi. Masih menurut Ketua Umum Kadin  RI, motor ekonomi Indonesia adalah peningkatan sebesar 5% dari permintaan domestic.

 

Di tahun depan ia optimis bahwa ekonomi Indonesia akan semakin membaik yang didorong oleh naiknya investasi, ekspor, serta konsumsi. Di lain pihak paket-paket ekonomi yang ditujukan untuk mereformasi structural mulai menunjukkan hasil positif, di antaranya, peringkat investasi Indonesia, Ease of Doing Business (EoDB), dan peningkatan daya kompetisi ekonomi. Selain itu pembangunan infrastruktur besar-besaran di berbagai wilayah di tanah air juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

Bank Indonesia sendiri menyatakan bahwa telah terlihat tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional, yaitu meningkatnya indeks keyakinan konsumen atau IKK hingga mendekati pergantian tahun ini. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur Bank Indonesia DW Martowardojo.