Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Kategori: Dunia Perfilman

Film Wedding Agreement: Cinta Muncul dari Degupan di Hati

Masalah tentang berjodoh atau tidak, hal itu adalah hal yang sulit dijawab bahkan tidak tahu apa jawabannya. Tidak ada rumus matematika yang bisa menjawab semua ini. Tapi berjodoh ala film baru jebolan sineas Indonesia, Wedding Agreement, mungkin bisa menjadi salah satu referensi. Bagaimana kah kisah drama percintaan yang digubah jadi tema yang lebih dalam lagi.

Sebagian orang pasti merasa kesal apabila ia dijodohkan dengan orang yang belum dikenalnya. Bahkan kekesalan itu bertambah jika orang yang dijodohkan dengan kita tak sesuai dengan harapan kita. Mungkin sebagian orang akan pasrah dan menerima saja. Tapi jodoh bicara tentang lonjakan-lonjakan kecil yang berdegup di jantung anda. Penjabarannya jelas dapat saja anda saksikan di Film Wedding Agreement ini.

Sinopsis Film Wedding Agreement

Untuk anda yang penasaran sebenarnya apa inti cerita dari film ini, maka anda membaca artikel ini. Mau jalan terus, atau ragu-ragu? Memutuskan untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan seseorang memang tidak mudah. Ada hal-hal yang mesti diurus sebelumnya. Urusan-urusan yang mesti diperhatikan misalnya urusan bagaimana keluarga satu sama lain bisa saling menerima. Namun urusan yang lainnya dan yang lebih penting misalnya urusan perasaan. Urusan perasaan ini tidak bisa ditawar-tawar karena hal ini berkaitan dengan hati. Tari (Indah Permatasari) adalah seorang anak yatim piatu yang 'nrimo' ketika ia dijodohkan dengan Bian (Refal Hady).

Memang mereka akhirnya menikah. Tapi siapa sangka bahwa Bian menerima pernikahan togel sydney terbesar itu hanya sebagai basa-basi saja. Ia menerima pernikahan hasil perjodohan itu hanya untuk keinginan ibunya saja. Sedangkan, Tari, yang tadinya hanya nrimo saja, tanpa beban. Akan tetapi urusan perasaan siapa yang dapat menebak. Perasaan apa yang bisa ditebak oleh manusia yang penuh dengan misteri? Ia tersembunyi jauh di dalam lubuk hati. Ia sulit untuk diterka apalagi dihitung dengan deretan angka. Sementara itu Bian masih belum bisa lepas dari sosok seorang wanita yang dicintainya. Wanita itu adalah Sarah (Aghniny Haque). Setelah Bian menikah dengan Tari, ia memilih membuat sebuah kesepakatan dengan Tari kalau pernikahan ini tak akan berlangsung lama. Hanya butuh 1 tahun saja dan kemudian mereka akan bercerai.

Mereka akhirnya menjadi pasangan yang kaku dan tak mengenal satu sama lainnya. Mereka sering sekali terlihat canggung. Rasa canggung yang mana sebenarnya bakal membuat siapa pun yang melihatnya tertawa. Karena memang cinta datang dari lonjakan-lonjakan kecil yang datang dari hati seseorang. Secara alami pasalnya bisa saja Tari yang pada awalnya hanya nerimo saja menjadi jatuh hati pada Bian. Apalagi saat Bian masih merasakan cinta yang begitu dalam pada Sarah. Cinta segitiga memang pasalnya klise. Namun dalam film ini dibuat dengan beda.

Bukan lah pemenang mungkin yang dicari. Tapi lebih ke bagaimana menyikapi cinta yang benar-benar jujur dan juga tulus. Kemudian apakah sebuah degupan atau pun desiran cinta yang terjadi pada Tari, Bian maupun Sarah adalah sebuah pertanda cinta itu datang sesuai takdirnya. Kita tak bisa berspekulasi karena untuk memastikannya, dan untuk tahu bagaimana akhir dari cerita cinta mereka anda harus menyaksikannya langsung. Anda bisa menyaksikannya di bioskop-bioskop kesayangan anda mulai tanggal 8 Agustus 2019. Penasaran dengan kisah cinta segitiga yang terjadi di dalam sebuah pernikahan yang terjadi karena sebuah perjodohan? Wedding Agreement akan menjawab rasa penasaran anda.

 

‘PARTIKELIR’ Debut Pandji Pragiwaksono Sebagai Sutradara

Lima tahun terakhir ini banyak sekali komika yang melebarkan sayap mereka sabagai aktor dan sukses besar. Hal itu rupanya diikuti oleh Pandji Pragiwaksono. Ayah dua anak ini sudah menjadi aktor dalam 13 judul film selama lima tahun terakhir sejak 2013 silam. Hal ini tentu membuat dunia film bukanlah hal baru bagi Pandji. Sebagai aktor pendukung dalam belasan film itu, akting yang ditawarkan Pandji pun cukup memuaskan. Namun barulah melalui PARTIKELIR, Pandji memberikan sebuah suguhan yang berbeda lewat film debutnya sebagai sineas ini.

 

Diproduksi oleh Starvision Plus, PARTIKELIR yang mengambil jadwal rilis 5 April 2018 ini akan mengusung genre Buddy-Cop. Kepada KapanLagi.com®, Pandji cukup percaya diri bahwa PARTIKELIR adalah film Buddy-Cop pertama di Indonesia. Sekedar informasi, Buddy-Cop adalah film mengenai dua orang berbeda karakter yang dipaksa bekerja sama untuk merampungkan sebuah kasus seperti layaknya LETHAL WEAPON atau BAD BOYS di Hollywood sana.

 

Kisahnya sendiri mengenai Adri (Pandji) dan Jaka (Deva Mahenra) sepasang sahabat sejak SD hingga SMA yang terobsesi jadi detektif. Kerap mengurusi kasus-kasus kecil di lingkup sekolah, kedua sahabat ini pun berpisah saat kuliah dan menjalani kehidupan masing-masing. Jika Jaka sudah jadi pengacara, Adri masih ngotot ingin jadi detektif partikelir. Suatu hari Adri menerima job dari Tiara (Aurelie Moeremans) untuk menyelesaikan sebuah kasus rumit yang memaksanya meminta bantuan Jaka.

 

Pandji Ikuti Jejak Raditya Dika – Ernest Prakasa

 

Tak hanya menjadi aktor dan sutradara, Pandji juga berperan sebagai penulis naskah. Apa yang dilakukan Pandji ini jelas mengikuti jejak Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Raditya sudah jadi sutradara sekaligus penulis enam film sementara Ernest lewat tiga film. Jika Raditya identik sebagai jomblo galau yang kekinian, Ernest justru membuktikan kualitasnya dengan berbagai award lewat CEK TOKO SEBELAH (2016) yang dianggap sebagai salah satu film drama komedi terbaik sepanjang sejarah Indonesia.

 

Berbeda pula dari dua rekannya itu, Pandji memilih debutnya sebagai sineas lewat film komedi aksi. Pandji rupanya banyak berdiskusi kepada Raditya soal penyutradaraan dan untuk urusan komedi dirinya meminta bantuan komika Andi Wijaya alias Awwe. Lewat trailer yang sudah dirilis, PARTIKELIR juga memperlihatkan berbagai adegan aksi menggelitik dan barisan belasan cameo yang populer.

 

Belum Rilis, ‘PARTIKELIR’ Dikritik Negatif

 

Rilis di momen DANUR 2: MADDAH dan TEMAN TAPI MENIKAH telah tayang selama seminggu, tugas PARTIKELIR di tangga box office jelas tidak mudah. Sudah melakukan press screening, PARTIKELIR justru mendapat review kurang menggembirakan. Beberapa di antaranya datang dari IDN Times dan Kincir yang menilai PARTIKELIR sebagai tontonan kurang memorable.

 

Dengan segi cerita dan penokohan yang cukup lemah, PARTIKELIR seolah hanya fokus pada hubungan Adri dan Jaka saja. Komedi bandar togel hongkong yang diusung pun cuma memberikan senyuman saja dan itu datang dari pemeran pendukung. Beruntung gaya penyutradaraan Pandji tidak terlalu mengecewakan bahkan dirinya dianggap cukup berhasil saat menyuguhkan adegan aksi yang tampak nyata.

 

Untuk memuaskan para penonton, Pandji juga menggaet belasan selebritis populer sebagai cameo dari PARTIKELIR. Beberapa di antaranya adalah Dodit Mulyanto, Farah Quinn, Tio Pakusadewo, Gading Marten, Cornelio Cunny, Luna Maya, Bisma Kharisma, Kiki mantan member CJR, Zarry Hendrik, Agung Hercules, Steny Agustaf hingga dua member idol grup JKT48, Jessica Veranda dan Shinta Naomi yang ikutan tampil di PARTIKELIR.