Shore Front

Berita Dalam Negri dan Luar Negri

Siapakah Sebenarnya Pemilih Jokowi dan Prabowo?

Pilpres 2019 sebagai hari pesta demokrasi tak terasa tinggal beberapa hari lagi. Ada tiga kelompok demografi yang penting di mana katanya diperebutkan dalam Pemilu 2019 yang akan diselenggarakan tanggal 17 April 2019. Tiga golongan itu adalah perempuan, kelompok Muslim, dan milenial. Pasangan capres mana yang kemudian akan dipilih oleh kelompok ini?

Perempuan, Millenials, dan Kelompok Muslim

Kelompok pemilih perempuan penting dikarenakan tak Cuma jumlahnya yang lebih besar dibandingkan dengan pemilih pria, namun karena partisipasinya dalam pemilu lebih besar dibandingkan dengan pria. Hal ini lah yang diungkapkan oleh peneliti CSIS (Centre for Strategic and International Studies), Arya Fernandes.

“Dalam pilkada serentak kemarin, ada tingkat partisipasi perempuan yaitu 75% sementara partisipasi laki-lakinya hanya 71% saja,” katanya. Survey CSIS ini dilakukan pada tanggal Maret 2019 dan mereka menemukan bahwa mayoritas perempuan bakal memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Begitu juga pemilih laki-laki yang umumnya bakal menjadi pemilih pasangan calon 01 ini.

Hal itu juga menggambarkan hasil polling CSIS yang mana menemukan bahwa elektabilitas dari Jokowi-Ma’ruf Amin ini besarnya 51,4%. Dan elektabilitas dari paslon Prabowo-Sandiaga sebesar 33,3%.

Kelompok penting yang lainnya adalah kelompok milenial yang usianya dari 17 sampai 40 tahun. Kelompok ini membentuk bahkan lebih dari 40% jumlah total pemilihnya. Dari hasil survey yang dilakukan oleh CSIS, ditemukan bahwa mayoritas kelompok milenials akan memilih juga pasangan calon nomor 01.

Namun yang menarik adalah popularitas Prabowo di kalangan anak muda pasalnya makin terdongkrak setelah ia bersekutu dengan Sandiaga Uno. “Ada kenaikan suara Prabowo pada segmen millennials setelah ia berpasangan dengan Sandiaga Uno,” katanya.

Arya menambahkan bahwa meyakinkan kelompok millennials ini amat sangat penting, khususnya dalam debat-debat. Karena kelompok ini pasalnya “mudah berubah dan mengikuti trendsetter, dan juga menentukan pilihan di detik-detik terakhir.”

Sedangkan kelompok yang ketiga adalah Kelompok Muslim. Hal ini juga yang menyebabkan kedua kubu sering memainkan politik identitas di dalam menggaet pemilihnya. Menurutnya lagi, secara agregat nasional masih cenderung akan memilih Jokowi meskipun “ada beberapa varian keislaman yang berbeda dalam bersikap.”

Walaupun masing-masing kelompok mempunyai kecenderungan pilihan mereka, tapi secara umum pilihan mereka ditentukan oleh karakter calon pemimpinnya. Pertimbangan pemilih yang mana sederhana atau pun merakyat, dan juga berjiwa sosial adalah penentu utama karakter. Tidak Cuma itu, disusul juga dengan karakter tergas dan juga berwibawa.

Pemilih Paslon Secara Daerah

Itu lah sebabnya mengapa Prabowo lebih unggul di Sumatra. Hal ini karena mayoritas penduduknya menginginkan pemimpin bursa togel online yang tegas. Sementara itu mayoritas penduduk di Jawa lebih memilih Jokowi seperti yang dijelaskan oleh Arya, dilansir dari BBC Indonesia.

Meski demikian, pertarungan utama di dalam pesta demokrasi, Pilpres 2019 tanggal 17 April mendatang ini adalah tentang isu ekonomi, bukan lah karakter pemimpin. Dan isu ekonomi ini akan dibahas di debat terakhir pada tanggal 14 April 2019 mendatang di mana bisa jadi para pemilih yang masih belum menentukan pilihannya berubah pikiran dan menentukan paslon mana yang akan dipilihnya.

“Secara statistic, kita menemukan bahwa orang-orang yang puas dengan kinerja ekonomi pemerintah bakal cenderung lebih memilih petahana,” ungkap Arya.

“Sementara itu, orang-orang yang tidak puas, akan cenderung memilih penantang,” tukasnya. Namun diharapkan ketiga kelompok itu benar-benar menggunakan hak pilihnya dengan baik esok.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *